Beranda Berita WEGI Sapa Komunitas Lingkungan Bandung dan Bogor

WEGI Sapa Komunitas Lingkungan Bandung dan Bogor

42
0
BERBAGI

Even Wisata Edukasi Green Industry (WEGI) telah menjadi even terbesar edukasi green industry bagi penggiat sosial media dan penggiat lingkungan. Namun disadari karena keterbatasan maka tidak semua yang berminat bisa bergabung. Sebagai bagian dari upaya tetap terus mendekatkan Semen Indonesia dengan penggiat lingkungan yang aktif menggunakan sosial media maka Biro Komunikasi Perusahaan mengadakan acara di dua kota, Bandung (13/8) dan Bogor (14/8). Acara bertema Harmonisasi Industri dan Lingkungan mengambil tempat di Bober Café Bandung dengan dihadiri perwakilan penggiat organisasi lingkungan setempat seperti Bandung Clean Action, Earth Hour Bandung, Earth Hour Cimahi, Ugreen ITB, dan HILO Green Community Bandung. Sebagian peserta lain berasal dari pers kampus, diantaranya pers kampus UIN SGD, UPI, UNPAD, dan ITENAS.

Arief Hermawan didaulat menjadi pemateri tunggal menyampaikan presentasinya dengan penuh detail terkait corporate dan komitmennya terhadap lingkungan. Presentasi penggagas Wisata Green Industry ini langsung disambung dengan pertanyaan-pertanyaan kritis peserta, salah satunya dari Reza, mahasiswa S2 UPI menceritakan bagaimana karst di Jimbaran Bali mampu dioleh jadi obyek wisata menarik, lantas bagaimana dengan pemanfaatan lahan tambang di Rembang pasca produksi.

Sedikit berbeda dengan Bandung, acara yang digelar di dekat kampus IPB Bogor, tepatnya di gaResto Ayam Asep bakda Jumat didominasi peserta dewasa, dan lebih menyoroti kaitan CSR dengan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. Penggiat lingkungan di Bogor yang rata-rata telah mengimplementasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sangat kritis dan detail mengenai CSR, yang sebagian besar baru sebatas “kosmetik bagi perusahaan”. Secara umum penggiat sosmed dan lingkungan Bogor sangat mengapresiasi komitmen Semen Indonesia untuk menerapkan kaidah green industry dari sejak hulu (penambangan dan reklamasi), proses produksi (penggunaan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar), serta produk hilir semen dengan produk porous concrete. Komunitas Cinta Baca yang telah bekerjasama dengan banyak perusahaan mengusulkankerjasama dengan Semen Indonesia berupa penggunaan porous concrete sebagai paving jalan/lingkungan di pusat baca yang dibangun. “Kami sedang proses kerjasama dengan PT KAI untuk memanfaatkan gerbong kereta yang tidak digunakan sebagai rumah baca. Tentu membutuhkan landasan/teras dan parkir pengunjung, jika bisa dikolaborasi dengan PT Semen Indonesia dengan produk porous concrete tentu menjadi sinergi yang menguntungkan, dalam hal ini Semen Indonesia dapat melakuan branding produknya di ruang publik”, kata Rudy Chen Chief Development Komunitas Cinta Baca.

Ya…ditengah isu lingkungan dan tudingan produk semen yang diaplikasikan diberbagai bidang dan infrastruktur dituding akan menghalangi penyerapan air, maka produk porous concrete akan menjadi inovasi yang sangat berharga. Siapa sangka komunitas green industry yang dibangun oleh Semen Indonesia suatu saat akan menciptakan influencer pemasaran dimasa depan, yaitu terciptanya image bahwa Semen Indonesia adalah penghasil produk semen ramah lingkungan.

LEAVE A REPLY